RSS

Tiga Cinta Tiga Luka (Kisah 8)

26 Feb

SEX IN THE CAR

(Kisah 8)

Bang haydir yang di Landa badai Kegalauan malam itu terus berpikir keras untuk menemukan solusi tepat untuk meredam dua rembulan yang sedang bersiteru memperebutkan satu mentari (Haydir). Hingga diluar dugaan keesokan harinya Rahma datang kewarnet dengan senyum seperti  biasa seakan-akan kemarin tidak terjadi apa-apa, luar biasa menurut saya dan kawan-kawin yang lain juga menanggapi dengan tanggapan yang beragam atas apa yang kami saksikan hari ini.

Haydir telah meluluhkan kedua rembulan dengan cara yang tepat dan terbilang profesional, meskipun sampai saat ini saya pribadi juga bingung jurus apa yang haydir hadirkan untuk menyejukkan hati Rahma yang kemarin sempat meninjukkan tiga ekornya..hehe  Sepertinya saya dan kawan-kawin Aero Net harus banyak berguru pada bang haydir yang bermain sangat licin, lihai dan tanpa efek samping.

Hari pun berganti seperti biasa tak ada kejadian yang aneh nan menggelitik yang terjadi belakangan ini, tapi begitu mengejutkan dan sedikit bernuansa (18+) ketika aliran listrik di jalan hertasning mendadak mati selama beberapa jam, maklum ada isu yang beredar kalau PLN bakal menaikkan tarif listrik lagi.

Kejadiannya pukul 08:00 setelah sholat isa, saya dan awing lagi asik-asik cahating pesbuk tiba-tiba listrik padam, mau tidak mau seluruh pengunjung warnet yang sedang online harus mengakhiri pengembaraan mayanya. Sambil menunggu listrik kembali nyala saya dan Awing Cuma bisa nongkrong-nongkrong depan warnet sambil ngobrol-ngobrol soal politik bersama abang ippang yang juga paman dari Awing.

Lagi asik-asiknya ngobrol, rupanya Awing mengamati sebuah mobil hitam yang dari tadi mondar mandir lewat depan warnet dengan kecepatan yang mencurigakan alis kadang lambat kadang cepat. Namun awing tidak terlalu ambil pusing dengan tingkah laku mobil hitam itu, hingga beberapa menit kemudian mobil hitam itu singgah di depan warnetku dan menepi di pinggir jalan yang terhalang pohon hias.

Bang ippang kemudian angkat suara “Awing siapa mobil itu ? mukenal kah ? coba pergiko lihatki” (dalam logat makassar). Awing pun bergegas menuju mobil itu tapi dengan mengendap-endap takutnya salah orang, soalnya dari kejauhan tak seorangpun penumpang mobil itu yang keluar, Cuma ada suara desah wanita berulang-ulang dan mobil yang terparkir bergoyang-goyang…!!! woOow

Awing yang berdiri tepat disamping kiri mobil itu hanya diam seribu hahasa, dengan kaca samping mobil yang terbuka terlihat seorang wanita tanpa busana dengan jerit-jerit kenikmatan sedang memejamkan mata sembari menepis sundulan (Mr P) ke (Mis V) yang hanyut dalam lautan sex. “Astagfirullah….!!!” Awing terkejut sekaligus mengejutkan wanita dan dua lelaki dalam mobil itu, tanpa berlama-lama mobil itupun pergi karna merasa ketahuan dan mencari tempat yang lebih aman…

Aneh-aneh juga tingkah laku remaja masa kini kata bang ippang yang mendengar Awing  yang menceritakan apa yang dia lihat barusan dengan raut wajah trauma tapi berharap lagi dan lagi…!!! Hehehe

Dan dari kejadian itu sayapun sempat mengabadikannya lewan puisi menggelitik dan bernuansa kontrafersi dengan judul “Sex in the Car”

Kuranglebih isi puisinya sepetiini…

“SEX IN THE CAR”

Tak ada rotan akarpun jadi

Tak ada tempat mobil pun Okey…

.

MaLam bagaikan hantu yang ramah menyapa

Setiap detik mengisahkan gerak dan langkah

Kabutpun menjelmah nafsu dan hasrat

Semua adalah realita tanpa dusta dan manipulasi fakta

.

Sex in the Car…

Aneh tapi cukup mengisahkan tragedi dalam imajinasi

Malam itu tak ada yg dapat memungkiri disana ada jerit kepuasan

in the car… kata yg tepat tuk lokasi strategis namun sedikit mencubit kulit khayalku

.

Zaman ditindas kendali yang tak terkendali

Denyut nafasmu memperkosa gendang telingah dan pikiranku

Seorang teman bertutur kata dengan lantang…

Tidak adakah tempat Lain…??? he he he

.

Jasad bumi berputar tanpa tawar menawar

Kondisi perdetik menjadi candu dalam bercinta

Semua ada disini namun tak dijual dengan bermodalkan sebatang rokok,

Ada yg hilang dari tanah merah kotaku,

Tentang hidup yg tak ada arti, tentang ideologi yg menjelmah nafsu dan pelampiasan.

.

Bukan mereka yg salah,

Bukan kami yg keliru,

Bukan kamu yg membaca blog ini yg perlu dipertanyakan…

Tapi inflasi kesucian sudah menjalar dan diobraL di pinggir jalan..

.

Terima apa adanya, jalani seperti maunya

Keprihatinan dan kepedulian bukan senjata yg jitu

Sebap tsunami kehidupan dapat menggulung siapa saja yang berdiri di depan..

Tak pandang kau beriman atau sang penyayang..

.

Hentakan nafas birahi menjadi alunan merdu yg tak tersaring,

Mobil itu memberiku satu kisah tersendiri

Terlena kumenyaksikan namun terasa pilu

Namun etah kawanku yg satu ini, sepertinya dia sedikit menikmati…he he he

.

Potret moderenisasi menciptakan kondisi khas,

Posisi dimana batasan adalah benalu yg harus disingkirkan

Seperti apa yg ada di jarak pandangku kali ini

Semua berlangsung, seolah biasa namun luar biasa

.

Siapa yg ingin coba, silahkan di cicipi

Pastikan sijaket karet menyertaimu

Tidak usah malu-malu, ini bukan pidato kenegaraan, yg butuh koreksi dan saran

SeLamat menikmati lahirnya peradaban yg siap merangkulmu menuju  surga produk kapitalis yg mungkin diacukan Tuhan.

.

By Piymen

“BERSAMBUNG”

(Ke Kisah 9)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 26 Februari 2013 in NOVEL

 

Tag: , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: