RSS

Tiga Cinta Tiga Luka (Kisah 7)

26 Feb

DUA BULAN SATU MENTARI

(Kisah 7)

Ichal dalam kisah sebelumnya yang dirundung badai kegalauan kini mulai bepikir positif untuk menerima realita dan mencoba membuka hati ke wanita lain.

Tapi lain halnya dengan Bang Chaydir yang hubungan percintaannya dengan Rahma semakin menyatu dalam kemesraan, seakan warnet milik mereka berdua tak ada kata loading dan trial untuk hubungan mereka yang terbilang berjalan mulus bebas hambatan, namun siapa yang dapat menebak hari esok, padi yang ditaman berpotensi tumbuhnya ilalang. Ichal dan kawan-kawin mungkin sudah mengetahui ini tapi berbeda dengan aku yang baru mengetahui kalau bang Haydir ternyata telah terjebak “Dualisme Cita”

Air matapun tumpah membasahi pipi seorang wanita ayu asal Makassar “Rahma” yang menanam seluruh cintanya kepada Chaydir yang ternyata diam-diam “Memeluk Dua Rembulan”. Kami tahu Chaydir mencoba menari-nari diatas kesetiaan yang mereka bangun dengan beton-beton cinta meski ditaburi bubuk-bubuk sandiwara disetiap senyumannya.

Pagi itu suara kegaduhan terdengar hingga menembus alam mimpiku hingga memeksaku untuk bangun dari tidur pagiku, amarah yang datang dari wanita yang selama ini kukenal ayu berubah menjadi ledakan-ledakan cacian yang membuatku terdiam menyaksikan fenomena yang terbilang langkah ini.

“Rahma” meminta haknya atas Cintanya yang tak berpangkal dalam kesungguhan cinta. Haydir yang terdiam menatap kelopak mata Rahma yang terbakar emosi berusaha menggenggam tangan Rahma dan memeluknya  dengan segenap upayanya untuk meyakinan Rahma akan cintanya yang takberpangkal.

Seketika suasana berganti hening………….

Aku yang menyaksikan itu kembali mengakui kelihaian Chaydir yang tangguh membendung derasnya luapan emosi seorang wanita, disisi lain Ichal hanya tersenyum mengomentari apa yang terjadi pagi ini, katanya “ini sudah biasa” bahkan Ichal pernah melihat aksi-aksi yang lebih kritis dan menegangkan dari ini.

Rasa penasaraan itu tiba-tiba menghantuiku, akupun memberanikan diri bertanya kepada Chaydir yang baru kukenal dua bulan lalu, sembari tersenyum Chaydir lantas menceritakan semuanya tentang dirinya yang mencintai dua wanita dalam waktu yang bersamaan dan kedua wanita itu adalah “Rahma dan Dewi”

Rahma yang juga siswi SKAMERZ masi kategori ababil alias anak usia belasan yang harus menelan pil pahit akan perasaannya yang dibutakan retina cinta dan menjadi pesaing bagi wanita lain “Dewi”.

“Dewi” Seorang mahasiswi dari kampus yang sama dengan Chaydir, usia dan pengalamannya tentu lebih matang ketimbang Rahma yang masih duduk di bangku SMA. Bagi orang lain ini mungkin kedengarannya biasa-biasa saja tapi apa jadinya jika kedua rembulan ini bertemu dan masing-masing mengklaim sebagai pacar Chaydir… Bisa tenggelam dunia ini kata Ichal yang daritadi memetik gitar ungunya yang terdengar sumbang..hehe

Pagipun berlalu begitu cepat dan tak terasa sore telah menyambut.

Suasana yang tadinya genting kini berangsur-angsur membaik dan nyaris tak menyisahkan konflik susulan. Haydir yang membaca kondisi ini akhirnya berusaha mengambil langkah yang terbilang aman guna memulihkan sisa-sisa emosi tadi pagi.  Dengan menggunakan kendaraan roda dua milik Ichal, Haydir bersama Rahma menuju ke rumah tempat tinggal Haydir yang jaraknya cukup jauh dari warnet, berharap dapat sedikit lebih santai dan gitu dech…!!!

Namun begitu mengejutkannya disaat Hardir yang Lagi berduaan dengan Rahma tiba-tiba kehadiran tamu yang jauh dari dugaan “Kodok memang pandai melompat tapi sepandai-pandainya kodok melompat pasti keseleo juga” Sungguh terkejutnya Haydir, ternyata tamu yang datang adalah “Dewi” Rembulan yang juga menjalin hubungan cinta dengan Haydir.

Kehawatiran Ichal akhirnya terbukti, dua bulan bertemu disaat yang bersamaan dengan satu mentari. Tanpa hitungan detik suasana menjadi tegang dan bentrokpun pecah disiang itu. Untuk kejadiannya anda bisa bayangkan sendiri…!!! hehe

Ombak dilema menghantam kisah percintaan Haydir, satu dari dua rembulan harus tutup buku atau Haydir harus kehilangan kedua-duanya….!!!

Waktu menunjukkan pukul 23:00, malam ini haydir yang murung duduk di server sambil menghisap rokok dan berpikir keras atas kejadian hari ini “Siapa tau ada solusi cerdas” kata bang haydir dengan nada serak-serak becek…

Ichal tak ada komentar malam ini dan degitupula dengan kawan-kawin yang lain. Melihat Haydir dengan mimik wajah asam dan pahit, sayapun berusaha menghibur haydir dengan menulis beberapa deret kata dalam puisi yang saya abadikan lewat blog kesayanganku.

Kurang lebih puisi/tulisannya seperti ini :

“Rasa Bersah yang tak Terbalas dengan Segudang Maaf”

Cinta memang unik, seunik  kau datang dan pergi

Kisah yg menggores hati, memar terbakar di setiap tetesan air matamu

Saat kau datang, cinta menyapa dengan senyum kehangatan

Hingga tak ada celah tuk memfonis bahwa kau adalah bom waktu yg suatu waktu akan meledak

.

Disetiap lipatan waktu ada senyummu yg dibalut pengharapan cinta dan happy ending

Kau bawa aku dalam kisah yg mungkin menyaingi kepopuleran Romeo n Juliet

Akupun tertidur disaat kau bangun dan aku terbangun disaat kau cemas

Inilah kisah yg cukup menguras emosi dan sesekali mengundang ledakan tawa

.

Dapat kuterawang cinta yang datang tanpa komando

Kau yang  beranjak dari cintaku hingga menyisakan rasa bersaLah yg berkepanjangan

.

Andai air laut dapat menebus rasa bersalahku,

Akan kujadikan ia tinta dan kulukis nama kita berdua disetiap dedaunan sebagai pertanda maaf dariku. 

Namun sayang, cinta tak selembek yg kukira

Kekuatan cinta mendadak anarkis dan merobek persendian hatiq

.

Aku tak meneteskan air mata dinda,

Takkan ada Luka  meski hatiku dipenuhi kabut penyesalan

Akupun sadar akan satu hal, tentang cinta yg tumbuh dari bukit ketulusan yang kita daki bersama

Tertunduk kutercengak seiring kepergianmu dengan luka yg mungkin tak terobati

.

Kuakui kau memang cantik, secantik bola matamu yang memandangku tanpa beban 

Maaf adik, aku tak ingin ada rasa bersalah yg diabadikan dalam cacian sejarah

Maaf cintaku, aku tak dapat melangkah jika langkahku dibayang2ngi Langkahmu yg rapuh

Maaf kasihku, andai dapat kupinta , kuingin kehadiranmu kembali menyempurnakan hatiku

.

By Aero Net

“BERSAMBUNG”

(Ke Kisah 8)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 26 Februari 2013 in NOVEL

 

Tag: , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: