RSS

TIGA CINTA TIGA LUKA (Kisah 3)

13 Feb

PENAKLUK CINTA

(Kisah 3)

 

Kekesokan harinya Rina datang dan telah menepati janjinya kali ini dia datang tidak ditemani (Pengawal)  adiknya “Deby” saya katakana pegawal karena adiknya selalu mendampingi kakanya kemanapun dia pergi apalagi perginya kewarretku,,hehe entah kali ini Rina datang dengan inisiatif sendiri atau memang adiknya tidak punya waktu tuk menemani. Seperti kemarin diawal pertemuan Rina tetap tersenyum membuka suasana dan akupun membalas senyumannya masih dengan gaya “cuek-cuek tapi mau”.. maklum berusaha tetap jaga nama baik dan terlihat idealis.

Percakapanpun berjalan lancar hingga menjurus ke hal-hal yang bersifat pribadi, permasalahan orang tua, sekolah bahkan mantan pacarnya ikut dikupas tuntas hari itu, disinilah saya dapat menangkap sinyal-sinya yang dia orbitkan di siang itu dan tiba saatnya saya dapat berkesimpulan kalau memang betul Rina memiliki ketertarikan padaku..ehemm

Namun entah dari mana datangnya lamunan ini, mendadak Otak iblisku teringat kebiasaan SMA dulu tentang Kompetisi  ”Busur Cinta” menggait hati wanita dengan tiga lembar surat cinta yang terkadang dijadikan sebagai lahan taruhan, sekilas ada ketertarikan untuk mencoba tapi sayangnya cara itu sudah jadul, manamungkin saya harus menulis surat cinta lagi.. bisa jatuh reputasi sebagai aktifis kampus.

Tapi bukan “Piymen” klo tidak mampu mengatasi masalah seperti ini apalagi target hanya seorang siswi SMA… hemm .. batang demi batang rokok sudah habis terisap dan  akhirnya inisiatif itupun muncul secara takterduga,  saya memilih media “Blog” yang paling tepat untuk melancarkan aksi.

Tanpa berlama-lama bergegas menyalakan computer , siapkan segelas kopi dan sebungkus rokok kembali berselancar di duniamaya buka Blog, new post dan siap memaninkan skil-skil lama yang tak terpakai. Bersilat retorika merangkai kata demi kata, kalimat demi kalimat dengan nuansa perhatian dan kepedulian dibumbuhi sedikit pengharapan akhirnya tulisan singkat penuh makna telah terupload dalam blogku lalu link tag ke fb pribadi punya si target ”Rina” dan tinggal tunggu respon darinya

Kurang lebih isi tulisannya seperti ini :

16/03/2011

Salamku tuk rembulan yang setia menyelimuti malammu

Terjeraku daLam lautan kisahmu yg mengakar disela-sela lipatan kata

Terombangambing tanpa pelampung akan anganku disetiap lembar kisahmu

Senyum yg bersahabat namun di balut luka yg mungkin tak kurasa

.

Tatapan matamu menjawab arti sebuah ketegaran

walau telapak kakimu masih menyisahkan  luka di masa lalu..

 .

Siang itu kau datang tanpa naksah dan judul,

Kita baru bertemu namun terasa dekat dikehidupa sebelumnya

Seperti tak asing ketika terjangan kornea matamu menghipnotis imajinasiku

Seakan mengisahkan arti sebuah perjuangan merpati tanpa sayap.

 .

Kaulah kembang taman tanpa serbuk sari

Hari-harimu redup dipersimpangan menanti zaman yg mungkin takkan berpihak

Namun satu yg kutahu… kau tak mudah patah dan goyah

Meski terkadang badai masa membanjiri kelopak matamu

 

Disini kau berdiri menatap langit yg masih membisu

Mengharapkan jawaban yg mungkin tak terwujud

Menanti janji yg mungkin tak tertepati

Berdoa kelak sinar sangsurya taklagi membakar kulit impianmu.

 

Ada beban yg tak harus kau pikul sendiri

Ada tamparan peradaban yg tak mesti membekas dipipih

Walau saat ini rona wajah manismu berusaha menutupi,

Meski bibir tipismu enggan mencaci zaman yg tak adil ini..

 .

Dapat kujaring segudang doa dari sang ibu tuk anaknya,,,

dengan sebilah pesan.”. . . . . . . . . . .”

“Jangan bersedih nak .. sebap bunda tak mampu membendung geLimangan air matamu”

“Jangan banyak tertawa anakku sayang…Sebap roda waktu tak Lagi berpihak” 

“Ayah tak sehebat dulu…saat kau masih dapat tersenyum tanpa beban dan pengharapan”

“saat kau belum tahu langkah yang tak selamanya muLus…”

“Hingga kelak dimana kau akan mengerti bahwa kauLah kk sekaLigus ayah bagi adik-adikmu”

Dinda….

Kau sangat beruntung memiliki ibu dengan kasih seLuas samudra,

Suatu saat jika ada yg bertanya tentang dirimu…

Maka akan kujawab,,

Kaulah wanita yg berani menantang kerasnya zaman

KauLah kk yang lembut namun tegas dalam komitmen

Kaulah pewaris masa dengan sejuta cinta dan pengharapan…

Lanjutkan kisahmu Dinda…

Usap air matamu yg didustakan senyum..

Raih mimpimu, hingga keLak kita melangkah bersama, diambang kesuksesan…J

Dan disaat itu akan kuraih tanganmu untuk bersamaku membuka gerbang masa depan..

Amin. . . . . .

By. Piymen

Seperti itulah kurang lebih isi dalam Blog yang kutujukan ke Rina dan tidak kuran dari 12 jam komentar dari Rina atas tulisanku membuahkan hasil, Ririn mengucapkan terima kasi atas kepedulianku kepadanya dan menyambut baik maksudku mengenal dia lebih dalam, Chaydir dan Ichal yang juga menyaksikan kejadian ini ikut bersuara, Kata Bang Chaydir “Sepertinya Lembar Cerita (Love in Aero Net) Baru saja dimulai”.. serentak saya dan Ichal tertawa sembari mengisap dan menghembuskan asap rokok  kepuasan ditangan.

Seminggu kemudian tepatnya 22 Maret 2011 saya menerima pesan singkat dari Ririn, walau hanya sekedar sapaan “Selamat Sore dan Apa Kabar” komunikasipu berjalan lancar hingga tak terasa empat jam berjalan dan pada malam harinya betapa terkejutnya diriku..hehe atas pengakuan Rina lewat pesan singkat SMS klau dia menyimpan perasaan denganku,, woOow …!!! terasa mengorbit kegembiraan ini hingga menembus langit-langit dahagaku…hehe

Ternyata kemampuan “Retorika” yang selama ini kualokasikan ke badan jalan dan forum organisasi juga masi berlaku dalam hal percintaan.. tanpa berlama-lama dan tanpa mengurangi rasa hormat..hehe Sayapun bergegas meminta Rina untuk datang ke warnet malam ini juga dan diapun bersedia untuk datang bersama adiknya (Pengawal) Saat yang dinanti-nantipun telah tiba dan kami berdua duduk bersila di bilik nomer delapan wrnet tempatku selama kurang lebih dua jam, hingga kami menyepakati dan berikrar untuk saling menyayangi dan menyatukan hati dalam ikatan “CINTA”

Haydir dan Ichal yang menjadi saksi malam itu juga memberi ucapan selamat atas hubungan kami yang baru saja di proklamirkan, meski Haydir menganggap kejadian malam itu hanya sebatas “KRS” atau Korban Retorika Senior tapi entahlah… kita lihat saja kelanjutan kisahnya.. yang jelasnnya aku sangat bahagia malam itu…J

“BERSAMBUNG”

(Ke Kisah 4)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 13 Februari 2013 in NOVEL

 

Tag: , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: